7 Daftar Orang Terkaya atau Miliarder yang ada di Indonesia

Indonesia, negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara, telah mengalami peningkatan kesejahteraan dan kewirausahaan yang luar biasa selama bertahun-tahun. Tahun 2024 membuka gelombang baru perkembangan dan peluang ekonomi, yang mengakibatkan munculnya beberapa miliarder yang mengambil alih dunia bisnis.

Lanskap perekonomian Indonesia pada tahun 2024 dihiasi dengan para pemimpin yang dinamis dan visioner yang tidak hanya menciptakan kekayaan tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan dan pembangunan negara. 10 orang terkaya di Indonesia ini menjadi teladan bagi calon pemilik bisnis, yang menunjukkan bahwa dengan dedikasi, kreativitas, dan ketekunan, peluang untuk sukses tidak terbatas dalam perekonomian yang dinamis dan terus berubah ini.

1. R. Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono -$47,7 Miliar

Kakak Hartono adalah orang terkaya di Indonesia. Pada tahun 1963, mereka mewarisi perusahaan keluarga Djarum Group dari ayah mereka. Djarum Group adalah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang tembakau, pembiayaan, real estat, dan perhotelan. Selain itu, Hartono bersaudara memiliki sebagian besar Bank Central Asia, bank terbesar di Indonesia.

2. Tuck Kwong Rendah -$26,3 Miliar

Low Tuck Kwong adalah seorang pengusaha Indonesia-Tiongkok. Beliau adalah pendiri dan ketua salah satu produsen batu bara utama Indonesia, Bayan Resources. Bayan Resources juga memiliki kepentingan di bidang energi dan infrastruktur. Low Tuck Kwong menjadi miliarder sendirian. Dia memulai karir komersialnya dengan menjual tekstil pada tahun 1970-an. Kemudian, ia memasuki industri pertambangan batu bara dan segera menjadi salah satu produsen batu bara paling sukses di Indonesia.

3. Sri Prakash Lohia -$7,2 Miliar

Sri Prakash Lohia adalah seorang industrialis India-Indonesia. Dia adalah ketua dan direktur pelaksana perusahaan tekstil dan bahan kimia global Indorama Corporation. Indorama Corporation beroperasi di lebih dari 15 negara dan mempekerjakan lebih dari 40.000 orang. Sri Prakash Lohia adalah seorang industrialis generasi ketiga. Pada awal tahun 1900-an, kakeknya mendirikan perusahaan tekstil di India. Sri Prakash Lohia memperluas bisnis keluarga ke industri kimia dan bidang lainnya. Ia kini menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

4. Prajogo Pangestu -$6,3 Miliar

Prajogo Pangestu adalah seorang industrialis Indonesia. Dia adalah ketua dan pemilik konglomerat Barito Pacific Group, yang mempunyai kepentingan di industri kayu, pulp dan kertas, energi, dan infrastruktur. Barito Pacific Group adalah salah satu perusahaan swasta besar di Indonesia. Prajogo Pangestu menjadi miliarder atas usahanya sendiri. Pada tahun 1960-an, ia memulai usahanya dengan menjual kayu. Dia kemudian merambah ke industri lain, termasuk serat dan kertas, energi, dan infrastruktur.

5. Chairul Tanjung -$5 Miliar

Chairul Tanjung adalah seorang industrialis Indonesia. Beliau adalah pendiri dan ketua konglomerat yang berfokus pada media, ritel, dan telekomunikasi CT Corp. CT Corporation adalah salah satu perusahaan swasta terbesar di Indonesia. Chairul Tanjung menjadi miliarder atas usahanya sendiri. Pada tahun 1980-an, ia memulai usahanya dengan menjual furnitur. Dia kemudian melebarkan sayapnya ke bidang media, ritel, dan telekomunikasi, antara lain.

6. Tahir -$5 Miliar

Tahir adalah seorang industrialis Indonesia. Dia adalah pendiri dan ketua konglomerat Mayapada Group, yang memiliki kepentingan di bidang perbankan, kesehatan, dan real estate. Mayapada Group adalah salah satu perusahaan swasta besar di Indonesia. Tahir menjadi miliarder atas usahanya sendiri. Dia memulai karir komersialnya dengan menjual tekstil pada tahun 1980-an. Kemudian, ia berekspansi ke industri lain, termasuk perbankan, perawatan kesehatan, dan real estate.

7. Djoko Susanto -$4,3 Miliar

Djoko Susanto adalah seorang industrialis Indonesia. Beliau adalah pendiri dan ketua salah satu perusahaan ritel terbesar di Indonesia, Alfamart. Lebih dari 15.000 gerai Alfamart berlokasi di seluruh Indonesia. Djoko Susanto menjadi miliarder atas usahanya sendiri. Pada tahun 1980-an, ia memulai usahanya dengan berjualan sembako. Pada tahun 1998, ia meluncurkan toko Alfamart pertamanya.