7 Metode Pembayaran Paling Populer di Indonesia

Ekosistem bisnis e-commerce di Indonesia telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut NielsenIQ, konsumen Indonesia jumlah nya yang menggunakan e-commerce mencapai 32 juta orang pada tahun 2021. Angka ini melonjak sebesar 88% dibandingkan angka pada tahun 2020 yang hanya berjumlah 17 juta orang. Salah satu faktor pendorong peningkatan ini adalah perubahan kebiasaan konsumen dalam menggunakan berbagai metode pembayaran.

Menurut Kementerian Keuangan, nilai transaksi dari e-commerce Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara, yaitu sebesar USD 70 miliar pada tahun 2021. Hal ini seiring dengan maraknya konsumen digital yang lebih memilih menggunakan metode pembayaran online.

7 Metode pembayaran terpopuler di Indonesia

1. Virtual Account

Virtual account atau akun virtual meruapakan akun sementara yang digunakan untuk bertransaksi atas nama akun fisik nyata.

Setiap transaksi, nasabah akan mendapatkan ID rekening yang biasa disebut dengan nomor VA. Setiap nasabah diberikan virtual account unik yang sifatnya dapat disesuaikan dengan kebutuhannya.

Dari sisi pelanggan, kebanyakan orang memilih menggunakan virtual account karena lebih nyaman dan tidak perlu mendaftarkan nomor rekening pengirim. Berbeda dengan transfer antar bank yang mengharuskan kita sebagai nasabah mendaftarkan nomor rekening tujuan sebelum melakukan transaksi.

2. Pembayaran bebas (OTC)

Untuk menggunakan metode pembayaran ini, pelanggan melakukan transaksi melalui petugas atau kasir di gerai ritel (seperti Indomaret atau Alfamart) setelah melakukan proses checkout di website e-commerce atau belanja terlebih dahulu.

Metode pembayaran bebas ini membantu bisnis online menjangkau segmen pelanggan baru – khususnya pembeli tradisional yang belum beradaptasi dengan metode pembayaran digital dan pelanggan di daerah pedesaan di mana bank dan jasa keuangan jarang ditemukan.

Di Indonesia, jaringan ritel (biasanya minimarket) memanfaatkan peluang ini untuk melayani masyarakat yang tidak memiliki rekening bank. Lebih dari 20.000 toko milik Indomaret dan Alfamart di seluruh Indonesia kini bertindak sebagai tempat pengumpulan pembayaran bebas untuk pembeli online.

3. QRIS

Mulai 1 Januari 2020, Bank Indonesia mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai untuk menggunakan QRIS (Quick Response [QR] Code Indonesian Standard). QRIS memungkinkan pemilik bisnis menawarkan berbagai metode pembayaran terkemuka termasuk transfer bank dan e-wallet seperti Ovo, Dana, GoPay, ShopeePay, dan banyak lagi.

Ada dua cara melakukan pembayaran melalui QRIS:

  • Dengan memindai kode QR langsung di toko dan outlet
  • Dengan mengunggah foto atau file yang berisi gambar kode QR. Sistem pembayaran akan secara otomatis mendeteksi kode QR dan melanjutkan proses pembayaran Anda.

Oleh karena itu, metode pembayaran ini dapat membantu mentransformasikan pembayaran secara digital baik di toko fisik, maupun di toko online dan pasar.

4. e-Wallets

e-Wallet semakin populer dalam beberapa tahun terakhir karena tingginya populasi unbanked di Indonesia. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, 36% penduduk Indonesia tidak memiliki rekening bank. Jumlah ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang masing-masing memiliki 8% dan 18% populasi masyarakat yang tidak memiliki rekening bank.

E-Wallet terpopuler di Indonesia antara lain OVO, Dana, ShopeePay, GoPay, LinkAja, Doku, dan masih banyak lagi.

Meskipun tidak diatur secara ketat seperti bank, industri e-Wallet diatur oleh lembaga pemerintah Indonesia – bank sentral Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Instansi pemerintah ini memberi lisensi dan mengatur penyedia e-Wallet yang sah untuk memastikan keselamatan dan keamanan transaksi.

5. Credit Cards

Credit Card adalah metode pembayaran online yang memungkinkan Anda meminjam dari bank untuk membayar pembelian Anda, dengan perjanjian bahwa Anda akan membayarnya kembali pada tanggal jatuh tempo tagihan Anda. Jika pembayaran tidak dilakukan pada tanggal jatuh tempo, Anda akan dikenakan biaya bunga.

Metode pembayaran ini populer karena kepraktisan dan fasilitas tambahan yang diberikan kepada pengguna, seperti poin reward, diskon tambahan, dan aktivitas keanggotaan lainnya.

Hampir semua toko online memiliki opsi pembayaran dengan kartu kredit. Salah satu alasan utamanya adalah luasnya ketersediaan kartu kredit, baik lokal maupun internasional. Dengan menerima kartu kredit, pemilik usaha juga dapat mengembangkan usahanya ke luar negeri, tanpa khawatir dengan batasan geografis.