BPS Catat Kenaikan Nilai Ekspor Nikel Hampir 50 Persen

ALLFINANCEADVICE – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya lonjakan signifikan nilai ekspor komoditas nikel dan barang ikutannya sebesar US$210,6 juta atau 45,85 persen pada April 2024. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Pudji Ismartini mengatakan, nilai ekspor meningkat dari US$459,5 juta pada Maret 2024 menjadi US$670,1 juta pada April 2024.

“Di antara sepuluh besar komoditas dengan nilai ekspor nonmigas tertinggi pada April 2024, logam mulia dan perhiasan/permata mengalami penurunan nilai paling besar yaitu sebesar US$478,9 juta. Sedangkan nilai ekspor nikel dan barang ikutannya mengalami peningkatan paling signifikan yaitu sebesar US$210,6 juta,” kata Pudji di Jakarta, Rabu, 15 Mei.

Secara sektoral, ekspor nonmigas dari industri pengolahan mengalami penurunan sebesar 1,97 persen pada empat bulan pertama tahun 2024 dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Demikian pula ekspor pertambangan dan barang lainnya turun sebesar 17,22 persen, sedangkan ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan naik sebesar 6,90 persen. 

Tiongkok muncul sebagai tujuan ekspor utama Indonesia pada bulan April 2024, dengan total nilai sebesar US$4,28 miliar, diikuti oleh India dengan nilai US$1,81 miliar, dan Amerika Serikat dengan nilai US$1,75 miliar, yang secara kolektif menyumbang 42,98 persen dari total pangsa ekspor.

Lebih lanjut, BPS melaporkan nilai ekspor Indonesia pada April 2024 mencapai US$19,62 miliar, turun 12,97 persen dibandingkan Maret 2024, namun meningkat 1,72 persen dibandingkan April 2023.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-April 2024 mencapai US$81,92 miliar atau turun 5,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Sementara ekspor nonmigas tercatat US$76,67 miliar atau turun 5,43 persen.